Jumat, 22 Juni 2012

Albertus Magnus: Penemu Arsenik



Aku seorang Katolik. Nama babtisku adalah Alberto. Alberto sebenarnya adalah latinisasi dari nama Albertus, yang memiliki arti mulia atau baik. Kini, aku akan menceritakan nama Santo Pelindung para ilmuwan dan mahasiswa dan sekaligus nama babtisku, yaitu Santo Albertus Magnus (Albert the Great). Disini, aku sangat menyadari, bahwa yang membaca mungkin tidak hanya orang Katolik, namun juga yang beragama lain. Jadi aku hanya akan menceritakan karya atau sumbangan besar seorang Santo Albertus Magnus sebagai seorang ilmuwan. Gambar di samping ini adalah ilustrasi wajah Santo Albertus Magnus, yang merupakan fresco.

Santo Albertus Magnus terkenal sebagai seorang ilmuwan, filsuf, dan uskup. Lahir antara tahun 1205-1206 dan meninggal di Cologne pada 15 November 1280. Santo Albertus disebut Magnus (Latina: Besar) dan juga Doktor Universal, karena kepandaiannya yang luar biasa. Dia adalah seorang Uskup Gereja Katolik dari Ordo Dominikan.
Albertus adalah anak sulung dari the Count of Bollst├Ądt, yang lahir di Lauingen, Swabia, Jerman. Albertus bersekolah di Universitas Padua, dan dia bergabung dengan Ordo Dominikan pada tahun 1223. Hampir sepanjang hidupnya dihabiskan untuk belajar, berdoa, dan penelitian. Menurut ahli sejarah, setelah selesai belajar ilmu dasar, Albertus melanjutkan belajarnya ke Padua, Bologna, Paris. Di Paris, Santo Albertus Magnus menerima penobatannya sebagai Doktor Theologi.
Ia amat dipengaruhi oleh Aristoteles, sebagai ilmuwan dan filsuf sepanjang masa. Sebab, dialah yang pertama kali mengkomentari karya-karya Aristoteles dan hal itu membuatnya memiliki pemikiran luas dan pengetahuan yang luas. Studi ini, juga membawanya untuk mempelajari dan mengomentari pengajaran dari akademisi Muslim, Avicenna dan Averroes. Dia belajar tidak hanya dari buku. Tetapi, ia juga melakukan penelitian menggunakan metode-metode penelitian Aristoteles.
Dia memang benar-benar seorang ilmuwan. Sebagai seorang ilmuwan, Santo Albertus Magnus adalah orang yang pertama kali berhasil mengisolasi Arsenik, pada tahun 1250. Ia mendokumentasikanya dengan baik. Cara mengisolasinya dengan memanaskan arsenik trisulfida (As2S3) bersama-sama dengan sabun. Kontribusi inilah yang amat berguna bagi dunia ilmu pengetahuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar