Ketika aku membuat featured image untuk pos blog sebelumnya (Topik matematika apa saja yang harus dipelajari untuk memudahkan kimia?), aku mencoba untuk memasukkan perhitungan matematika yang mungkin ada dalam kimia. Ada satu topik dalam kimia yang menggunakan matematika dalam memahami dan menentukan rumusan konstantanya. Topik tersebut adalah topik kinetika.
Gas: Sifat-Sifat Empirisnya
Sebenarnya, sudah sejak lama aku ingin menuliskan tentang gas. Namun baru saat ini terwujud. Hal yang menghalangiku adalah sebuah pertanyaan, bagaimana aku menuliskannya. Sebab konsepnya agak susah. Jawabannya adalah aku belum pernah mencoba menuliskan tentang gas. Kali ini, aku memfokuskan ke sifat-sifat empirisnya.
Gas merupakan salah satu fase yang ada di alam ini. Fase dari zat secara umum ada 3, yaitu padat, cair dan gas. Ketiganya memiliki karakter masing-masing. Karakter yang mirip dengan fase gas adalah cair, namun gas berbeda dengan cair. Perbedaannya terletak pada molekulnya. Molekul-molekul gas memiliki energi interaksi yang sangat besar sebagai akibat jarak antar molekul yang besar pula. Energi interaksi ini termasuk dalam energi potensial.
Hasil Kali Kelarutan
Dalam bulan-bulan ini, semakin dekat dengan ujian sekolah dan ujian nasional bagi teman-teman SMA. Melalui aplikasi WhatsApp, seorang adik kelasku yang masih SMA dan saat ini akan menghadapi ujian menghubungiku. Dia belum paham tentang sebuah materi yaitu hasil kali kelarutan.
Lantas, saya kebingungan tentang bagaimana caraku menyampaikan yang aku pahami kepadanya. Lalu aku teringat blog ini, dan dia mengiyakannya.
Posting ini aku dedikasikan kepada Agatha Prita A, yang pada waktu itu menghubungiku. Posting ini juga aku dedikasikan kepada semua teman-teman yang akan menghadapi ujian sekolah dan ujian nasional.
Pelarutan Sampel dan Disosiasi Elektrolit
Written 12.00 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Kimia Analisis, Kimia Analitik, Kimia Dasar No commentsPembagian Senyawa Karbon dan Struktur Karbon
Kimia Karbon: Suatu Pengantar
Hukum Dasar Kimia
Teknik spdf, Hubungan Ikatan, Bentuk dan Hibridnya
Kita telah mengenal pengkonfigurasian dengan teknik spdf. Pada posting yang sebelumnya terkait teknik spdf, sebenarnya teknik itu tetap berpegang pada aturan-aturan:
- Hukum Aufbau tentang teknik pengisian orbital berdasarkan tingkat energi
- Larangan Pauli tentang bilangan kuantum yang sama (untuk bilangan kuantum utama, azimut, dan magnetik), namun memiliki perbedaan pada bilangan kuantum spin
- Tata tertib Hund, tentang tata cara pengisian elektron-elektron pada orbital
Pada pengkonfigurasian menggunakan teknik spdf, yang akan berikatan dengan atom lain, memiliki tata cara yang berbeda dengan yang kita kenal pada diagram Lewis. Diagram Lewis hanya memperlihatkan bentuk "gepeng" (baca:belum berbentuk) dari molekul. Kenapa molekul-molekul itu membentuk suatu bangun? karena masing-masing ligan (atom pengitar atom pusat) memiliki gaya saling tolak menolak yang disebut gaya momen dipole. Sehingga mereka membentuk suatu bangun.
Itulah hibridisasi. Hibridisasi adalah susunan seluruh elektron dalam atom pusat pada kulit terluarnya. Seperti yang kita tahu, bahwa ikatan kimia ada yang disebut ikatan kovalen dan ikatan ion. Dalam kasus ini, kita tidak memperdulikan apakah ikatan itu, merupakan ikatan kovalen, atau ikatan ion. Di sini, yang akan diperhatikan adalah bagaimana susunan elektronnya.
Namun, tidak semua senyawa memiliki atom pusat, tidak semua senyawa memiliki hibrid. Ada senyawa yang hanya memiliki bentuk saja. Jadi, hanya yang memiliki atom pusat yang memiliki hibrid.
Untuk mempelajari hibrid lebih lanjut, kita harus mengerti elektron dalam orbital. Hal yang harus diingat adalah satu orbital diisi minimal satu elektron dan maksimal dua elektron. Orbital juga boleh kosong. Dalam hibridisasi, kita juga akan mengenal istilah promosi elektron. Promosi elektron adalah pindahnya elektron ke orbital yang lebih tinggi untuk membentuk suatu ikatan.
To be continued....Written 09.26 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Atom, Elektron, Ikatan, Kimia Dasar, Konfigurasi No commentsSifat Keperiodikan Unsur Part 3
OK, aku akan mengupas lagi tentang keperiodikan. Sebagaimana dahulu yang telah aku tulis, Sifat-Sifat Keperiodikan Unsur-Unsur Part 1 dan Part 2 kini akan aku teruskan ke Part 3.
Dalam Part ke-3 ini, akan sedikit aku bahas tentang sifat keasaman dan kebasaan suatu unsur.
Sebelumnya, yang aku maksud di sini adalah unsurnya. Unsur itu lebih mudah membentuk asam, lebih mudah membentuk basa atau amfotir. Jadi, pada dasarnya asam dan basa dipengaruhi oleh ion H+ dan ion OH-. Aku menyampaikan ini, supaya bisa mengerti dan tidak salah persepsi tentang asam dan basa. Untuk pembahasan asam dan basa akan dibahas kemudian.
Sifat Keasaman
Sedikit aku singgung masalah asam. Suatu senyawa dikatakan asam apabila:
- nilai pH kurang dari 7 pada suhu kamar,
- banyaknya mol per liter (Molar) dari ion H+ lebih dari ion OH-.
Dalam tabel periodik, dari golongan Alkali sampai golongan Halogen, sifatnya semakin asam. Jadi, Halogen sangat mudah membentuk asam.
Sifat Basa
Terbalik dengan sifat-sifat keasaman, sebuah senyawa dikatakan basa apabila:
- nilai pH lebih dari 7 pada suhu kamar,
- banyaknya mol per liter (molar) dari ion OH- lebih dari ion H+.
Sifat Asam-Basa pada Unsur-Unsur Transisi
Khusus bagi unsur transisi, hampir semuanya memiliki sifat amfotir. Sifat amfotir adalah sifat dari suatu unsur yang dapat membentuk asam maupun basa. Kebanyakan, mereka membentuk suatu ion kompleks.
Written 08.02 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Atom, Kimia Dasar, Sistem Periodik No commentsIkatan Kimia II
Ikatan Ion (Ikatan Elektrokovalen)
Ikatan ion terbentuk oleh ion-ion. Ion-ion disini adalah unsur yang memiliki muatan. Baik yang berunsur tunggal (O2-) ataupun yang berunsur banyak (SO42-). Ion tidak hanya ion negatif saja. namun ada pula ion positif. Jelas donk, coba saja logika, kalo seandainya di dunia ini cuman ada cowok, lah!!! Bosen deh. Nah, jadi kalau ada Yin, maka ada Yang. Kalo ada cowok, maka ada cewek.
Ion-ion negatif, biasanya dimiliki oleh unsur non logam (terutama halogen). Sedangkan ion-ion positif, dimiliki oleh unsur-unsur logam (terutama golongan IA & IIA). Sekarang perhatikan gambar:
Natrium (11Na) adalah logam alkali, yang memiliki elektron valensi 1 dan konfigurasi [Ne] 3s1. Jadi atom ini lebih cenderung melepas 1 elektron pada orbital s. Ya, iyalah. orang dia enggak punya pacar, jadi ya cari donk. Atom ini menyerahkan satu elektronnya.
Clorin (17Cl) adalah halogen, yang memiliki elektron valensi 7 dan konfigurasi [Ne] 3s2 3p5. Atom ini cenderung menerima elektron. "Sebagai saudara yang baik, elektron pada orbital p yang lain menunggu adik bungsunya mendapat pasangan hidup." Itulah kata-kata elektron lain. Clorin cenderung menunggu mendapat donor.
Pada gambar di atas, tampak jelas. Natrium melepas elektronnya, tanpa meminta kembali, dan diterima oleh Clorin. maka terjadi reaksi:
Na+ + Cl- → NaCl
Ikatan Kovalen
Kovalen sebenarnya memiliki artian. Yaitu dari kata "co" yang berarti bersama-sama dan "valent" yang berarti elektron valensi. Jadi mempergunakan elektron valensi secara bersama-sama. Berbeda dengan yang ikatan ion, ada yang menyerahkan elektronnya secara cuma-cuma. Tetapi yang ini tidak. Pelit ya! Ya itu karena situasi. Mereka saling membutuhkan elektron itu. Atom yang memberikan elektronnya, memberikan catatan begini: elektronku boleh kamu pakai, tapi jangan kamu pakai sendiri, aku juga butuh itu. Nah dari sinilah tercipta elektron yang berpasang-pasangan. Nantinya elektron yang berpasangan ini akan dibahas di kemudian hari. Inilah gambaran pasangan elektron.
Sumber Gambar
Wikipedia Bahasa Indonesia dan Google
Written 16.21 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Atom, Kimia Dasar, Kimia Karbon, Konfigurasi No commentsIkatan Kimia I
Setiap orang ingin mencapai kesempurnaan
Kesempurnaan adalah kestabilan. Di dalam kimia, yang disebut kestabilan adalah jumlah elektron valensi yang memiliki jumlah sebanyak delapan (8). Harus delapan tidak boleh kurang. Karena, mereka harus menyerupai gas mulia. Namun dalam gas mulia itu ada yang tidak memenuhi delapan tetapi sudah stabil, yaitu helium (2He). Memang terjadi penyimpangan pada helium. Namun tidak menjadi masalah, karena ini dapat menjadikan kesenjangan dengan hidrogen. Nah, kembali ke elektron valensi 8. Dengan ke delapan elektron valensi ini, bisa disebut Kaidah Oktet. Konfigurasi elektron pada gas mulia:
| Helium | 1s2 |
| Neon | 1s2 2s2 2p6 |
| Argon | 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 |
| Kripton | 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 |
| Xenon | 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 |
| Radon | 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10 6p6 |
Untuk yang menyimpang tadi (Helium), memiliki nama yaitu kaidah duplet. Setiap unsur yang membentuk senyawa, harus memenuhi kaidah oktet atau duplet.
Unsur yang ingin menyerupai duplet atau oktet itu kita harus mengetahui yang disebut elektron valensi. Untuk saat ini yng akan dikupas adalah golongan utama (golongan A), maka elektron valensi mengikut pada golongan ke-berapakah unsur itu. Sebagai contoh: Halogen atau golongan 7A memilikielektron valensi 7 buah elektron.
To be Continue....
Written 17.10 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Atom, Kimia Dasar, Kimia Karbon, Konfigurasi No commentsSifat-Sifat Keperiodikan Unsur Part 2
Selajutnya adalah afinitas elektron, apakah itu? maka simak baik-baik.
Afinitas Elektron
Untuk menjawab kepenasaran pembaca, afinitas elektron adalah energi yang menyertai proses penambahan elektron pada satu atom netral.- Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, afinitas elektronya semakin kecil.
- Dalam satu periode, dari golongan 1A-8A, afinitas elektronya semakin besar.
Keelektronegativitasan
Keelektronegativitas adalah kemampuan atom untuk menarik atau menangkap elektron.- Keelektronegativitas unsur-unsur se golongan semakin ke bawah semakin kecil
- Keelektronegativitas unsur-unsur yang seperiode, semakin ke kanan semakin besar.
- Halogen unsur-unsur golongan 7A adalah golongan yang mempunyai keelektronegativitas yang TER-BESAR.
- Gas Mulia tidak mempunyai sifat keelektronegativitas. Karena Gas Mulia telah stabil.
Ketentuan lain:
Written 14.11 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Atom, Kimia Dasar, Sistem Periodik 1 commentSifat-Sifat Keperiodikan Unsur Part 1
Jari-Jari Atom
Sekarang kita bayangkan sebuah lingkaran. Dalam lingkaran terdapat istilah yang disebut ruji/jari-jari. Dalam lingkaran jari-jari adalah jarak dari titik pusat lingkaran ke pinggir/garis lingkaran. Prinsip itu juga sama dan diterapkan dalam jari-jari atom. SehinggaJari-jari atom adalah jarak antar inti atom dengan kulit atom terluar.
Sifat-sifat dalam hubungannya dengan sistem periodik:
- Dalam satu golongan, dari atas ke bawah (dari periode kecil ke periode yang besar), jari-jari unsur dalam tabel periodik semakin besar.
- Dalam satu periode dari kiri ke kanan (dari golongan 1A-8A), jari-jari atom semakin kecil.
Jadi, diibaratkan sebagai matahari yang mengalami daur hidup maha merah raksasa (yang otomatis mempunyai ukuran yang besar), mempunyai gravitasi yang kuat melebihi yang dipunyai oleh matahari-matahari pada umumnya. Sehingga membuat lintasan-lintasan planet-planet lebih pendek, karena gravitasinya. Sama halnya dengan atom, perumpamaan di atas berlaku.
Energi Ionosasi
Pengertian dari energi ionisasi adalah: Jumlah energi yang dibutuhkan suatu atom untuk membentuk ion. Atau adayang berpendapat lain yaitu: Jumlah energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari sauatu atom.Sifat-sifat dalam hubungannya dengan sistem periodik:
- Dalam satu periode dari kiri ke kanan (dari golongan IA-VIIIA) energi ionisasi unsur semakin besar, meski terdapat penyimpangan pada logam 11Na.
Energi ionisasi menjadi semakin besar dari kiri ke kanan karena jari-jari atom. Jari-jari atom unsur yang terkanan (golongan gas mulia) berbentuk kerdil. Karena kekuatan gravitasi inti yang amat kuat, membuat elektron terluar memerlukan energi yang besar untuk melepaskan diri dari atom. - Dalam satu golongan dari atas ke bawah (dari periode yang kecil ke periode besar), energi ionisasi cenderung turun. Lagi jari-jari atom mempengaruhi
Kembali ke Jari-Jari Atom
Kembali ke Energi Ionisasi
Written 22.11 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Atom, Kimia Dasar, Sistem Periodik 1 commentTeknik "spdf"
Celah Dalam Teknik Kulit
Celah dalam teknik kulit itu, sangat terlihat baik disadarikah? Atau munkin tidak. Jelas-jelas celah itu terlihat dengan jelas yaitu:
- Teknik kulit hanya bisa mendeteksi golongan khusus hanya untuk gologan utama (golongan ...A), sedangkan golongan transisi (golongan ...B) tidak bisa.
- Teknik kulit tidak dapat mengetahui tingkat kemagnetan suatu unsur tersebut.
Mungkin masih banyak lagi kekurangan-kekurangan yang terlewat, dan tidak disebutkan.
Teknik "spdf"
Menanggapi masalah di atas, langsung saja menuju ke pokok bahasan. Sekedar berkelakar saja, sebenarnya kalo mempelajari materi ini sama saja dengan bermain. Tetapi jangan salah, kita di sini tidak asal bermain tetapi juga mempunyai dasar yang amat penting juga.Inilah dasar itu. Dalam kulit utama (K, L, M, ...) juga mempunyai subkulit yang diberi nama subkulit s, p, d, dan subkulit f. Kira-kira, tahukah mengapa aku memberi nama teknik "spdf"? TEPAT sekali. Itulah supaya untuk mengingatnya. Namun, setiap nomor kulit tidak semuanya memiliki jumlah subkulit yang sama. Perbedaan itu dapat dilihat di sini:
| kulit | banyaknya subkulit | ~ |
| K | 1 | 1s |
| L | 2 | 2s dan 2p |
| M | 3 | 3s, 3p, dan 3d |

Ya, pencitraan orbital adalah seperti gambar di samping tersebut. Elektron-elektron tersebut digambarkan dengan dua buah panah yang saling berlawanan arah. Itu harus dilakuakan karena dalam aturan kuantum, harus terdapat spin (nama lain elektron) yang berbeda, positif dan negatif. Yang panah ke atas adalah spin positif, yang ke bawah adalah spin negatif.
TIDAK DIBENARKAN MENULISKAN SPIN KE ARAH YANG SAMA.Setelah itu, masing-masing subkulit memiliki orbital yang berlainan. Ya maklumlah, beda rumah kos, beda fasilitas, kapasitas, dan layanan. Tetapi tetap bertumpu pada aturan fundamental:
Setiap kamar berisi 2 (dua) orang.Itu artinya menjawab masalah kapasitas. Kapasitas disini adalah jumlah kamarnya.
| type | jumlah orbital |
| s | 1 |
| p | 3 |
| d | 5 |
| f | 7 |
Nyaris saja lupa. Untuk bentuk teknik "spdf", penulisannya tidak seperti teknik kulit. Misalkan saja ada unsur 68X, maka konfigurasi elektronya adalah 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 4d10 4f12 5s2 5p6 6s2
Sebenarnya konfigurasi itu dapat diringkas menurut konfiguasi gas mulia. Jadi, kita menghafal gas mulia. Sekarang perhatikan gambar berikut.

Pada gambar itu, terdapat panah-panah dan itu adalah tata cara penulisan. Kemudian teknik pengisiannya:
- sesuai dengan nomor atom, jika unsur itu netral
- sesuai dengan ion-ionnya, jika mengandung ion.
Written 06.40 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Atom, Bohr, Elektron, Kimia Dasar, Partikel Atom 7 commentsKonfigurasi Elektron dan Elektron Valensi
Ada dua buah cara untuk konfigurasi elektron.
- Menggunakan kulit atom (K, L, M, N,dst).
- Yang kedua menggunakan sub-kulit atau teknik "spdf" (untuk istilah "spdf", tidak umum. Karena begitu saya mengucapnya, supaya tidak lupa)
Saya akan memberikan semuanya, tetapi yang terpenting untuk yang pertama kali adalah menggunakan kulit utama terlebih dahulu.
Kofigurasi Elektron Berdasarkan Kulit Atom
Peraturan yang harus ditaati untuk menempatkan elektron adalah sebagai berikut:
- Jumlah maksimal elektron pada suatu kulit harus memenuhi rumus 2n2. Dengan n adalah nomor kulit.
- Jumlah maksimal elektron pada kulit terluar tidak memperhatikan 2n2, tetapi jumlahnya 8. Jumlah maksimal ini disebut juga elektron valensi.
Dalam hal ini, elektron valensi digunakan untuk mengetahui group atau golongan, khusus untuk golongan utama (... A), tidak untuk menentukan golongan transisi, atau golongan transisi dalam.
Ketentuan lain:
- Jumlah kulit menunjukan periode pada sistem periodik.
- Elektron valensi menentukan sifat atom terutama sifat kimianya.
Episode selanjutnya adalah Teknik "spdf"......
Written 10.22 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Atom, Kimia Dasar, Partikel Atom, Sistem Periodik No commentsStruktur Atom
Definisi pertama tentang atom adalah sesuatu yang terkecil, yang tidak bisa lagi dibagi-bagi lagiDi dalam atom itu hanya terdapat bagian yang disebut bagian sub-atom yaitu proton, neutron dan elektron, dengan proton dan neutron yang menempati inti serta memperngaruhi massa suatu atom.
Elektron sebagai partikel negatif mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu (teori Bohr). Lintasan-lintasan elektron ini, sering disebut kulit atom. Sesuai teori kuantum, tiap kulit mempunyai tingkatan energi yang berbeda-beda. Semakin mendekati inti, semakin rendah energinya. Pada setiap kulit diberi penomoran yang disebut bilangan kuantum. Bilangan kuantum adalah penomoran bilangan asli, dari kulit dalam ke kulit terluar. Jadi kulit pertama yang dekat dengan inti diberi nomor 1. Pada kulit yang selajutnya, diberi nomor 2, dan begitu seterusnya.
Sebenarnya, masuk ke dalam teori kuantum dan bilangannya, nantinya kita akan mengenal sub-sub kulit. Tetapi, itu akan kita bahas nanti. Kita akan bahas untuk yang pertama yang lebih sederhana. Kulit-kulit atom itu mempunyai nama. Kulit yang paling dekat dengan inti diberi nama kulit K (n = 1), dan seterusnya dinamakan kulit L, M, N, O, dst. Pada kulit ke-n ditempati oleh elektron sebanyak 2n2 elektron. Yaitu dengan n adalah bilangan kuantum.
KHUSUS pada kulit terluar jumlah elektron maksimal adalah 8. Karena merupakan kestabilan, menurut elektron valensi gas mulia.
Triade Dobereiner
Sebenarnya, sebelum adanya sistem periodik modern ada pula sistem periodik yang bisa dibilang "jadul", tetapi tetap memiliki pengaruh dalam perkembangan sistem periodik modern. Untuk yang pertama kalinya, saya bahas sistem triade buatan J. W. Dobereiner.
Johann Wolfgang Dobereiner mengusulkan pengelompokan unsur-unsur untuk yang pertama kalinya. Ilmuan kebangsaan Jerman ini menyusunnya berdasarkan keteraturan (kemiripan) sifat. Tidak hanya itu, Dalam sistemnya juga mempunyai aturan dalam satu kelompok HANYA boleh mempunyai 3 anggota unsur.
Nah..., karena dalam aturanya hanya boleh ada 3 anggota maka dikenal dengan "Triade" Dobereiner.
Selain ketentuan tadi, Beliau juga memberi aturan: yaitu masa unsur yang berada di tengah adalah hasil rata-rata dari kedua unsur yang lain.
Tetapi, sistem ini agaknya tidak bertahan lama. Ya, karena saking banyaknya kelompok dalam sistem itu, maka tambah puyeng untuk mengingat dan menghafalnya.
Written 22.30 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Atom, Kimia Dasar, Sistem Periodik 7 commentsIsotope, Isobar, Isoton
Bagaimana sudah siap? Yukkk.. Mari.
Mungkin dalam postingan kali ini akan sedikit memakan banyak waktu, karena akan banyak menggunakan gambar, selain elemen halaman pada blog ini.
Isotope dapat didevinisikan dengan 2 atom atau lebih yang sama tetapi mempunyai nomor masa yang berbeda. Contohnya:
Ingat!!!
Dalam hal ini proton tidak bertambah. Proton tidak mungkin diubah. HANYA Neutron yang mempengaruhi perubahan massa atom.Isobar adalah atom-atom dari unsur yang berbeda tetapi mempunyai masa yang sama. Contohnya:
14C | 14N
Mungkin menurut etimologis kata, "isobar" memiliki makna yang menyatakan sama pada bagian bar. Bar disini maknanya "atas".
Isoton adalah atom-atom dari unsur yang berbeda, tetapi memiliki jumlah neutron yang sama.
Contohnya:
C-13 (baca: Karbon isotope 13) dengan N-14 adalah isoton. dengan hasil:
Atom C diurai dengan:
e : 6
p : 6
n : 7
Atom N diurai dengan:
e : 7
p : 7
n : 7
Written 09.25 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Atom, Kimia Dasar, Partikel Atom No commentsHow to Find the Number of Sub Atomic Particles
Setiap unsur memiliki nomor atom yang berbeda-beda. Tetapi, perbedaannya bukan hanya nomor atom saja. Dalam hal ini satiap unsur juga memiliki perbedaan nomor masa (masa atom). Perbedaan nomor atom ini dipengaruhi oleh banyaknya proton dalam atom tersebut. Lho,??? Lalu yang menjadi alasan perbedaan nomor masa? Nomor massa dipengaruhi oleh dua hal. Banyaknya proton dan banyaknya neutron, tidak termasuk elektron. Mengapa tidak? Karena masa elektron yang sangat kecil (sehingga dianggap nol).
Biasanya, unsur-unsur dituliskan dalam :
Keterangan:
- Jika pada atom netral, maka banyaknya elektron dan banyaknya proton adalah SAMA
- Banyaknya neutron adalah masa atom dikurangi nomor atom.
- Banyaknya proton adalah tetap. Walaupun atom yang bersangkutan bermuatan positif. Jika atom bermuatan positif, itu berarti atom tersebut melepas elektronya.
- Perubahan masa sangat mungkin terjadi, tetapi dengan jumlah proton yang tetap. Untuk bahasan ini akan dibahas pada Isotope.
Untuk lebih memahaminya lagi, simaklah contohnya:
Written 00.13 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Atom, Kimia Dasar, Partikel Atom No commentsPenemuan Proton dan Ramalan Rutherford
Dari Postingan yang lalu, kita telah mengetahui bahwa elektron ditemukan lewat tabung sinar katoda (Catode Rays Tube). Sinar yang tidak terlihat itu pada mulanya mendekati kutub positif, dan ternyata adalah elektron.
Secara tidak disengaja, muncul sinar terusan. Tetapi menjauhi kutub positif. Karena itu adalah sinar terusan dari sinar elektron, maka besar muatanya sama, hanya saja bernilai positif yaitu + 1,6 x 10-19 C.
Massa Proton nantinya mempengaruhi dalam penentuan massa atom (selain partikel netral). Jadi intinya, proton memiliki berat yang lebih dari elektron, yaitu: 1,67 x 10 -27 kg.
Ramalan Rutherford
Hah? Sejak kapan, ilmuan seperti Rutherford menjadi peramal? Eits... jangan tersentak dulu. itu hanya sebagai guyonan kimia saja.
Baiklah, Ramalan (perkiraan) dari Rutherford ini yang menjadi penemuan partikel netral (tanpa muatan) dalam atom. Dari mana Rutherford mendapat perkiraan ini? Perkiraan ini muncul ketika percobaannya menembakan sinar alpha ke lempeng emas. Namun Efek itu tidak dapat dijelaskan olehnya.
Barulah pada tahun 1932, J. Chadwick menemukan jawabannya. Kronologi kejadiannya simpel, yaitu ketika menembak logam berilium dengan sinar alpha. Chadwick juga meletakkan alat perunut perunut partikel di belakang logam berilium yang tidak sepihak dengan sumber sinar alpha. Hasilnya alat itu tidak menghasilkan apa-apa. Sinar alpha tidak terhalang oleh berilium, tetapi sinar tersebut melemparkan partikel yang tidak bermuatan. Oleh Chadwick dinamainya muatan itu dengan nama Neutron.
Written 10.54 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Atom, Eletron, Kimia Dasar, Partikel Atom, Proton 1 comment
https://orcid.org/0009-0001-5292-8615

